Sabtu, 18 Oktober 2014

HARGA LADA PUTIH PENAGAN BANGKA







PENAGAN BANGKA -- Harga lada putih di tingkat pedagang pengumpul di penagan (Babel) mencapai Rp140 ribu. Harga itu naik Rp 15.000 per kilogram dibandingkan sebelumnya.
"Ini merupakan harga tertinggi dalam tahun ini karena permintaan pasar dalam dan luar negeri terus meningkat. Sementara pasokan lada petani kurang," ujar Ellan, pedagang pengumpul di penagan, Ahad (20/10).
Ia menjelaskan, saat ini petani belum berminat menjual hasil perkebunan mereka. Karena harga karet mengalami penurunan yang cukup tinggi dari Rp 7.000 menjadi Rp2.000 per kilogram

                                                    gambar contoh lada hitam dan lada putih                                                                      




"Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari petani mengandalkan penjualan karet . Sementara hasil panen lada putih disimpan sebagai tabungannya," ujarnya.
Ia mengatakan, kenaikan harga itu belum mempengaruhi transaksi lada yang masih kurang.
"Dalam sepekan terakhir ini kami hanya mampu mengumpulkan 450 kilogram lada putih dan masih kurang memadai untuk memenuhi permintaan eksportir yang mencapai satu ton per minggu," ujarnya.
Menurut dia, permintaan pasar luar negeri seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Eropa tinggi karena lada putih Babel atau muntok white pepper memiliki cita rasa dan aroma yang khas.
"Dalam beberapa tahun terakhir hasil lada putih Babel mengalami penurunan karena minat petani mengembangkan komoditas ini berkurang dan mereka lebih tertarik mengembangkan komoditas lainnya. Seperti nelayan, kakao, atau menambang bijih timah karena lebih mudah dan cepat menghasilkan uang," ujarnya.


                                 gambar lada putih siap di ekspor